Masukkan beras basmati ke dalam panci besar dan cuci bersih dengan air mengalir sebanyak 2-3 kali, lalu tiriskan.
Perhatikan
Cuci secara perlahan agar bulir beras tidak hancur.
Label alergen dihasilkan oleh AI dan mungkin tidak lengkap atau salah. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa sendiri setiap bahan.
Detail resep dihasilkan oleh AI dari video dan mungkin mengandung kesalahan — hanya sebagai referensi.
Masukkan beras basmati ke dalam panci besar dan cuci bersih dengan air mengalir sebanyak 2-3 kali, lalu tiriskan.
Perhatikan
Cuci secara perlahan agar bulir beras tidak hancur.
Berhati-hatilah saat menuangkan air panas mendidih agar tidak terpercik.
Masukkan cabai kering Kashmiri ke dalam wadah, siram dengan air panas mendidih, lalu rendam selama 15 menit hingga lembut.
Perhatikan
Pastikan cabai benar-benar lunak, jika tidak hasilnya tidak akan halus saat dihaluskan.
Masukkan kacang tanah secara perlahan ke dalam minyak panas agar tidak terpercik.
Panaskan minyak dalam wajan besar dengan api sedang, masukkan kacang tanah, goreng hingga garing berwana cokelat keemasan, lalu tiriskan.
local_fire_departmentApi sedangPerhatikan
Gunakan api sedang
api yang terlalu besar akan membuat bagian luar gosong sementara bagian dalam masih mentah
Goreng ikan teri kering yang sudah dicuci dalam minyak panas hingga garing, tiriskan ke mangkuk, taburi garam dan bubuk cabai, lalu aduk rata.
local_fire_departmentApi sedangPerhatikan
Ikan teri sangat mudah gosong
aduk terus-menerus selama menggoreng
Gunakan sarung tangan pelindung saat memindahkan arang panas untuk dum agar tidak terbakar.
Di dalam panci besar, tuang santan kelapa, masukkan beras basmati, pasta jahe bawang putih, daun pandan, dan garam. Aduk rata, tutup panci, dan masak dengan api sedang. Setelah air terserap, lakukan proses dum (taruh arang di atas tutup) hingga nasi matang sempurna dan pulen.
local_fire_departmentApi sedang ke kecilPerhatikan
Aduk sesekali di awal mendidih agar santan tidak pecah atau berkerak di dasar panci.
Cuci tangan dengan sabun setelah memegang daging ayam mentah untuk mencegah kontaminasi silang.
Dalam wadah besar, masukkan paha ayam, tambahkan bawang merah, pasta jahe bawang putih, daun jeruk purut, campuran rempah tumbuk, bubuk cabai, kunyit bubuk, daun kari, telur, garam, tepung maizena, dan tepung beras. Aduk rata dengan tangan dan marinasi selama 30 menit.
Perhatikan
Pastikan bumbu dan tepung melapisi seluruh permukaan ayam secara merata.
Menggunakan coban batu tradisional, masukkan cabai rehidrasi, teri goreng, irisan bawang merah, dan jahe bawang putih, lalu ulek hingga halus dan kental.
Perhatikan
Jaga agar bumbu tetap kental
jangan tambahkan terlalu banyak air saat mengulek
Panaskan minyak dalam wajan, tumis irisan bawang merah hingga harum. Masukkan bumbu halus cabai dan masak hingga matang. Tuangkan air asam jawa, tambahkan gula merah, teri goreng, dan garam. Masak dengan api sedang hingga minyak terpisah dan sambal menjadi kental berwarna merah pekat.
local_fire_departmentApi sedangPerhatikan
Aduk terus saat mendidih agar sambal yang kental tidak gosong di dasar wajan.
Kupas telur rebus keras dan belah dua. Cuci bersih timun lalu iris tipis bulat-bulat.
Perhatikan
Iris timun dengan ketebalan yang seragam agar rapi saat disajikan.
Masukkan potongan ayam perlahan ke dalam minyak panas agar tidak menimbulkan percikan.
Panaskan minyak dalam wajan besar dengan api sedang. Masukkan paha ayam bermarinasi ke dalam minyak panas dan goreng, balik sesekali hingga berwarna cokelat keemasan dan rehas garing, lalu tiriskan.
local_fire_departmentApi sedangPerhatikan
Jangan menggoreng terlalu banyak sekaligus
suhu minyak akan turun dan ayam tidak renyah
Alasi piring dengan daun pisang segar. Tata nasi santan hangat di tengah, lalu susun ayam goreng berempah, kacang tanah goreng, teri renyah, irisan timun, telur rebus, dan sambal merah pedas di sekelilingnya. Sajikan selagi hangat.
Perhatikan
Tata setiap pelengkap dengan rapi di sekeliling nasi untuk tampilan tradisional yang menarik.