Masukkan 250g tepung terigu protein tinggi, 1 dt ragi instan, 25g gula pasir, dan 4g garam ke dalam mangkuk pencampur, lalu aduk rata.
Perhatikan
Pastikan ragi tidak bersentuhan langsung dengan garam, jika tidak ragi akan mati.
Label alergen dihasilkan oleh AI dan mungkin tidak lengkap atau salah. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa sendiri setiap bahan.
Detail resep dihasilkan oleh AI dari video dan mungkin mengandung kesalahan — hanya sebagai referensi.
Masukkan 250g tepung terigu protein tinggi, 1 dt ragi instan, 25g gula pasir, dan 4g garam ke dalam mangkuk pencampur, lalu aduk rata.
Perhatikan
Pastikan ragi tidak bersentuhan langsung dengan garam, jika tidak ragi akan mati.
Tuangkan 150ml susu dan 1 telur ke dalam bahan kering, jalankan mixer berdiri dan uleni hingga adonan membentuk massa kasar.
Perhatikan
Berhati-hatilah dengan kecepatan mixer saat menuangkan cairan agar tepung tidak tumpah.
Potong 30g mentega tawar menjadi kecil-kecil, masukkan ke adonan dan terus aduk hingga mentega terserap sempurna dan adonan dapat ditarik membentuk selaput tipis tembus pandang.
Perhatikan
Tambahkan mentega setelah gluten terbentuk, jika tidak lemak akan melapisi tepung dan mencegah pembentukan gluten.
Olesi mangkuk besar dengan minyak, bulatkan adonan dan masukkan ke dalamnya, tutup dengan plastik wrap, dan biarkan pada suhu ruang untuk fermentasi selama 1 jam hingga mengembang dua kali lipat.
Perhatikan
Tutup rapat dengan plastik wrap agar permukaan adonan tidak kering dan berkerak.
Ayak sedikit tepung di atas adonan yang sudah difermentasi, tekan untuk mengeluarkan udara, lalu keluarkan adonan ke atas alas silikon dan bagi menjadi 12 bagian sama rata menggunakan pengikis adonan.
Perhatikan
Potong dengan rapi dan rapatkan bagian bawah saat dibulatkan, jika tidak adonan akan mudah pecah saat dipanggang.
Tutup adonan yang telah dibagi dengan kain bersih dan biarkan beristirahat.
Perhatikan
Harus ditutup kain agar permukaan tidak kering, jika tidak akan robek saat diisi.
Ambil 360g pasta kacang merah dan bagi menjadi masing-masing 30g untuk digunakan nanti.
Pipihkan adonan, oleskan 30g pasta kacang merah di dalamnya, rapatkan ujungnya dan bentuk bulat, pastikan pasta kacang merah terbungkus sempurna di dalam adonan.
Perhatikan
Rapatkan sambungan dengan kuat agar pasta kacang merah tidak bocor saat dipanggang.
Susun semua roti yang sudah diisi dengan rapi di atas loyang yang dialasi kertas roti, tutup dengan kain untuk fermentasi kedua pada suhu ruang selama 1 jam.
Perhatikan
Beri jarak yang cukup antar roti agar tidak saling menempel setelah mengembang.
Masukkan 2 sdm telur kocok dan 1 sdm susu ke dalam mangkuk kecil, aduk rata untuk membuat olesan telur.
Gunakan kuas silikon untuk mengoleskan olesan telur secara merata di permukaan setiap roti yang sudah mengembang.
Perhatikan
Oleskan dengan lembut agar adonan yang sudah mengempis tidak rusak.
Gunakan tongkat kayu atau alat stempel untuk mengambil 1 sdm wijen hitam dan letakkan dengan lembut di bagian tengah atas setiap roti sebagai hiasan.
Perhatikan
Tekan dengan lembut saat menaruh wijen agar adonan tidak penyok.
Harus mengenakan sarung tangan oven tebal saat memasukkan dan mengeluarkan loyang panas, jika tidak akan menyebabkan luka bakar parah.
Masukkan loyang ke dalam oven yang telah dipanaskan pada suhu 180°C dan panggang selama 14 menit hingga permukaannya berwarna keemasan.
local_fire_department180°C selama 14 menitPerhatikan
Perhatikan warna permukaan menjelang akhir pemanggangan agar tidak gosong.
Harus menggunakan sarung tangan oven saat memindahkan loyang panas yang baru keluar, menyentuh permukaan logam panas secara langsung akan menyebabkan luka bakar.
Keluarkan loyang dari oven untuk menyelesaikan roti kacang merah Jepang yang berwarna keemasan dan harum.