Potong dadu 700g daging char siu secara merata, lalu sisihkan dalam wadah.
Perhatikan
Hati-hati saat memotong daging, lengkungkan jari agar tidak teriris pisau.
Label alergen dihasilkan oleh AI dan mungkin tidak lengkap atau salah. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa sendiri setiap bahan.
Detail resep dihasilkan oleh AI dari video dan mungkin mengandung kesalahan — hanya sebagai referensi.
Potong dadu 700g daging char siu secara merata, lalu sisihkan dalam wadah.
Perhatikan
Hati-hati saat memotong daging, lengkungkan jari agar tidak teriris pisau.
Campur 60g saus tomat, 50g saus tiram, 10g kecap asin, 60g gula merah, dan 3g minyak wijen dalam mangkuk hingga rata.
Perhatikan
Aduk rata agar gumpalan gula merah benar-benar larut.
Campur 60g air dan 12g tepung maizena dalam mangkuk kecil, aduk rata.
Perhatikan
Aduk kembali tepat sebelum dituangkan karena tepung maizena cepat mengendap.
Panaskan 15g minyak di wajan, tumis cincangan bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu.
local_fire_departmentApi sedang, sekitar 2 menitPerhatikan
Jangan sampai bawang putih gosong karena akan terasa pahit
tumis hingga keemasan
Tuang saus yang sudah dicampur, aduk rata, lalu tambahkan 50g air dan didihkan.
local_fire_departmentApi sedang, sekitar 1 menitPerhatikan
Aduk sesekali agar kandungan gula tidak lengket dan hangus di dasar wajan.
Aduk kembali larutan maizena lalu tuang ke wajan; aduk terus hingga saus kental dan berkilau.
local_fire_departmentApi sedang-kecil, sekitar 1 menitPerhatikan
Aduk dengan cepat segera setelah larutan maizena dituang agar tidak menggelembung kaku.
Tuang saus kental panas ke atas potongan dadu char siu, aduk hingga semua daging terbalut rata. Biarkan dingin.
Perhatikan
Pastikan isian dingin sepenuhnya sebelum dibungkus agar adonan tidak lembek.
Dalam mangkuk mixer, campur 500g tepung terigu, 50g gula, 6g ragi, 5g garam, 1 telur, dan 290g air es; uleni hingga halus.
Perhatikan
Gunakan air es untuk menjaga suhu adonan tetap dingin agar ragi tidak bereaksi terlalu cepat.
Tambahkan 50g mentega lunak dan uleni hingga mentega terabsorbsi dan terbentuk membran transparan.
Perhatikan
Pastikan mentega benar-benar lunak agar mudah menyatu dengan adonan.
Bentuk adonan menjadi bola halus, letakkan dalam mangkuk, tutup dengan plastic wrap, dan fermentasikan 1 hingga 1,5 jam hingga mengembang dua kali lipat.
Perhatikan
Tutup rapat agar permukaan adonan tidak kering.
Kempiskan udara dari adonan, bagi menjadi 16 bagian sama rata, bulatkan masing-masing, dan tutup dengan plastic wrap selama 10 menit.
Perhatikan
Jangan terlalu keras saat membulatkan
istirahat yang cukup memudahkan proses penggilasan
Gilas adonan menjadi lingkaran dengan bagian tengah tebal dan pinggiran tipis, balikkan, isi dengan char siu, dan rapatkan bawahnya hingga halus.
Perhatikan
Hindari saus menyentuh pinggiran adonan agar tidak lepas dan bocor saat dipanggang.
Susun roti di loyang yang dialasi kertas roti, tutup dengan plastic wrap, dan fermentasikan kedua kali selama 30 menit.
Perhatikan
Beri jarak secukupnya antar roti agar tidak saling menempel saat mengembang.
Selalu gunakan sarung tangan oven pelindung panas saat mengeluarkan loyang.
Semprotkan sedikit susu ke permukaan roti, lalu panggang dalam oven yang sudah dipanaskan 180°C selama 25 hingga 28 menit hingga keemasan.
local_fire_departmentPanggang pada suhu 180°C selama 25-28 menitPerhatikan
Perhatikan warnanya
tutup dengan aluminium foil jika permukaan cepat kecokelatan
Campur 15g madu dengan sedikit air panas, lalu oleskan ke permukaan roti yang baru matang panas-panas.
Perhatikan
Oleskan tipis saja agar permukaan tidak terlalu lengket.
Dalam mangkuk, campur 100g air, 60g susu, 3g ragi, 50g gula, 300g tepung terigu protein rendah, 4g baking powder, dan 6g minyak; uleni hingga halus.
Perhatikan
Gunakan tepung terigu protein rendah dan baking powder agar tekstur roti kukus lembut dan mengembang.
Letakkan adonan di talenan; langsung gulung menjadi silinder panjang dan potong-potong tanpa istirahat awal.
Perhatikan
Bagi secara merata agar semua roti matang secara bersamaan.
Pipihkan potongan adonan dan gilas dengan rolling pin hingga membentuk lingkaran berpusat tebal dan tepi tipis.
Perhatikan
Pastikan bagian tengah cukup tebal agar tidak jebol saat menampung isian.
Isi dengan char siu, jepit pinggirannya membentuk 3 sudut segitiga; rekatkan sudut-sudutnya di tengah dan sisakan sedikit bukaan di atasnya.
Perhatikan
Menyisakan sedikit bukaan di atas sangat penting agar roti dapat mekar saat dikukus.
Letakkan roti di atas kertas kukusan, tutup dengan plastic wrap, dan fermentasikan pada suhu 30°C selama 45-60 menit hingga mengembang jelas.
Perhatikan
Perhatikan pembesaran adonan
jika kurang fermentasi roti akan keras dan bantat saat dikukus
Buka tutup kukusan mengarah menjauhi tubuh untuk menghindari luka bakar akibat uap panas.
Didihkan air dalam kukusan, masukkan roti ke dalam klakat bambu, tutup, dan kukus dengan api besar selama 15 menit.
local_fire_departmentKukus dengan api besar selama 15 menitPerhatikan
Jaga api tetap besar selama mengukus agar uap air cukup kuat untuk mekarkan roti.