Potong 250g daging babi dengan perbandingan lemak dan daging 3:7 menjadi potongan kecil.
Perhatikan
Pilih daging babi dengan perbandingan 3:7, jika tidak daging tanpa lemak akan terasa kering dan keras.
Label alergen dihasilkan oleh AI dan mungkin tidak lengkap atau salah. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa sendiri setiap bahan.
Detail resep dihasilkan oleh AI dari video dan mungkin mengandung kesalahan — hanya sebagai referensi.
Potong 250g daging babi dengan perbandingan lemak dan daging 3:7 menjadi potongan kecil.
Perhatikan
Pilih daging babi dengan perbandingan 3:7, jika tidak daging tanpa lemak akan terasa kering dan keras.
Masukkan potongan daging babi ke dalam food processor dan giling menjadi butiran kecil.
Perhatikan
Jangan giling daging terlalu halus
pertahankan bentuk butiran kecil untuk tekstur yang lebih baik
Masukkan daging babi giling ke mangkuk, tambahkan 3g jahe cincang, 2g kaldu ayam, 2g garam, 1g gula, 1g merica putih, 5ml minyak masak, dan 2ml minyak wijen. Aduk ke satu arah hingga isian daging mengental.
Perhatikan
Aduk isian daging ke satu arah hingga kental, jika tidak teksturnya akan longgar.
Ambil 150g daun kucai yang sudah ditiriskan, potong kecil-kecil dengan tetap mempertahankan teksturnya.
Perhatikan
Jangan potong kucai terlalu halus untuk mempertahankan teksturnya.
Letakkan kucai yang sudah dipotong di atas isian daging tanpa diaduk terlebih dahulu.
Perhatikan
Jangan campur kucai dengan daging sekarang, jika tidak garam akan membuat kucai mengeluarkan banyak air.
Tuang 80g pati gandum, 80g pati kentang, 4g garam, dan 120ml air dingin ke mangkuk, aduk rata hingga menjadi adonan cair.
Perhatikan
Aduk pati dan air dingin hingga benar-benar larut tanpa gumpalan.
Tambahkan 340ml air mendidih sambil diaduk dengan rolling pin hingga adonan pati menjadi transparan dan kental.
Perhatikan
Aduk cepat saat menuang air mendidih, jika tidak pati akan menggumpal.
Adonan yang baru matang sangat panas dan bisa menyebabkan luka bakar; gunakan scraper terlebih dahulu.
Letakkan 80g pati kentang di talenan, pindahkan adonan pati ke atasnya, gunakan scraper untuk melipat dan menekan hingga merata.
Perhatikan
Adonan sangat panas
gunakan scraper untuk melipat di awal agar tidak melepuh
Tutup adonan yang sudah diuleni dengan plastik bungkus dan istirahatkan selama 3 menit.
Perhatikan
Jangan lewatkan waktu istirahat, jika tidak adonan kurang elastis dan mudah robek.
Bagi adonan menjadi dua, gulung setengahnya, taburi 10g pati gandum, potong menjadi bagian sekitar 15g.
Perhatikan
Gunakan pati gandum sebagai tepung tabur, jangan pati kentang agar kulit tidak keras.
Pipihkan adonan dan giling dengan rolling pin menjadi kulit dumpling yang tipis di pinggir dan agak tebal di tengah.
Perhatikan
Buat pinggiran tipis dan tengah agak tebal saat menggiling agar tidak mudah robek.
Campur kucai dan isian daging. Ambil kulit dumpling, beri isian, buat lipatan di bagian atas, dan rapatkan.
Perhatikan
Rapatkan pinggiran dengan kuat agar tidak bocor saat dikukus.
Alasi kukusan dengan kertas kukusan, lalu susun dumpling dengan rapi.
Perhatikan
Beri jarak antar dumpling agar tidak saling menempel.
Uap panas akan keluar saat membuka tutup panci; miringkan tutup menjauh dari wajah untuk menghindari luka bakar.
Didihkan air di panci terlebih dahulu. Setelah mendidih, letakkan kukusan di atasnya, tutup, dan kukus dengan api sedang-tinggi selama 10 menit hingga kulit dumpling menjadi transparan.
local_fire_departmentapi sedang-tinggi selama 10 menitPerhatikan
Jangan buka tutup panci saat mengukus agar uap tidak keluar dan mempengaruhi transparansi kulit.