Cincang halus 80g kucai yang sudah dicuci menjadi potongan kecil dan timbang untuk digunakan nanti.
Perhatikan
Pastikan kucai benar-benar kering
mencincangnya dalam keadaan basah akan mengeluarkan banyak air
Label alergen dihasilkan oleh AI dan mungkin tidak lengkap atau salah. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa sendiri setiap bahan.
Detail resep dihasilkan oleh AI dari video dan mungkin mengandung kesalahan — hanya sebagai referensi.
Cincang halus 80g kucai yang sudah dicuci menjadi potongan kecil dan timbang untuk digunakan nanti.
Perhatikan
Pastikan kucai benar-benar kering
mencincangnya dalam keadaan basah akan mengeluarkan banyak air
Campurkan 80g kucai cincang dan 80g isian pasta udang dalam mangkuk besar, tambahkan garam, merica putih, dan minyak wijen, aduk rata dengan spatula, lalu dinginkan di kulkas.
Perhatikan
Tambahkan garam secukupnya
terlalu banyak akan membuat kucai cepat berair dan layu
Hati-hati terhadap luka bakar uap saat menangani air yang baru mendidih dan panci panas.
Campurkan 50g pati gandum dengan sedikit tepung kentang, didihkan 105ml air dalam panci, aduk cepat campuran pati ke dalam air mendidih, tutup, dan diamkan selama 90 detik hingga transparan.
local_fire_departmentApi sedang-kecil, sekitar 90 detikPerhatikan
Air harus mendidih
suhu air yang kurang akan mencegah pati mengental sehingga kulit mudah pecah
Pindahkan adonan panas ke telenan, tambahkan sisa 45g tepung kentang secara bertahap saat masih panas, uleni dengan kuat hingga halus, elastis, dan kenyal.
Perhatikan
Pati harus ditambahkan secara bertahap saat masih panas
jika tidak, pati tidak akan tercampur rata dengan adonan
Oleskan 3g lemak babi ke permukaan adonan yang sudah diuleni, uleni kuat hingga terserap sempurna dan merata, lalu bentuk menjadi bola halus.
Perhatikan
Lemak babi harus diuleni hingga merata ke dalam adonan
jika tidak, kulit akan mudah robek saat dibentuk
Masukkan adonan ke dalam kantong plastik tertutup dan istirahatkan selama 300 detik.
Perhatikan
Adonan harus diistirahatkan dalam keadaan tertutup
membiarkannya terbuka akan membuat permukaan kering dan retak
Perhatikan posisi jari Anda dekat mata pisau saat memotong adonan dengan pisau tajam.
Olesi kedua sisi golok dengan sedikit minyak menggunakan tisu dapur, gulung adonan menjadi loncongan panjang, dan potong menjadi bagian kecil seberat 18g masing-masing.
Perhatikan
Potong dengan cepat dan langsung tutupi dengan plastik wrap agar tidak kering.
Pipihkan setiap bagian adonan dengan golok berminyak untuk membentuk kulit dumpling bulat dengan tepi sedikit tipis dan bagian tengah lebih tebal.
Perhatikan
Gunakan tekanan merata saat menekan kulit, dan pastikan mata pisau diminyaki agar tidak lengket.
Pegang kulit di tangan kiri, sendokkan 20g isian kucai dan udang ke tengah, buat lipatan dengan jari, dan rapatkan menjadi bentuk bulan sabit.
Perhatikan
Jumlah isian harus sedang (sekitar 20g)
terlalu banyak isian akan membuat kulit robek
Hati-hati terhadap uap panas saat membuka tutup kukusan.
Susun dumpling rapi dalam kukusan bambu, letakkan di atas wok mendidih, kukus dengan api besar selama 300 detik hingga transparan, hiasi dengan telur udang sebelum disajikan.
local_fire_departmentApi besar, sekitar 300 detikPerhatikan
Air harus mendidih kuat sebelum memasukkan kukusan
jika tidak, kulit akan larut